KEABSAHAN WALI MUHAKKAM DALAM NIKAH SIRI DI KABUPATEN PIDIE JAYA MENURUT PERSPEKTIF FIQH

Authors

  • Yusti Sulaiman STISNU ACEH
  • Aria Sandra STISNU ACEH

Abstract

Kedudukan wali dalam sebuah pernikahan merupakan hal yang urgen, mengingat keberadaannya sebagai penyebab sahnya suatu pernikahan, wali nikah adakalanya wali nasab, wali hakim (sultan), wali muhakkam, dan wali maula. Penelitian ini meneliti tentang bagaimana dinamika pernikahan siri di kabupaten Pidie Jaya, siapa sajakah wali dalam pernikahan siri di kabupaten Pidie Jaya serta bagaimana keabsahan wali muhakkam dalam nikah siri di kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi lapangan dengan mengumpulkan informasi dari informan. Wali muhakkam/teungku qadhi yang melaksanakan praktik nikah siri, pasangan suami istri yang melaksanakan nikah siri, tokoh agama di Kabupaten Pidie Jaya, Kepala KUA di Pidie Jaya. Di antara faktor yang melatar belakangi adalah rendahnya pemahaman agama tentang hukum nikah, hamil di luar nikah, rendahnya kesadaran akan pentingnya nikah tercatat, faktor Sosial (stigma negatif pelaku poligami), tidak ada tindakan hukum tegas bagi pelaku nikah siri, rumit administrasi nikah bagi PNS yang akan berpoligami, kondisi konflik (tidak normal pelayanan KUA) dan sanksi adat bagi pelaku khalwat. Kemudian wali nikah dalam nikah siri di kabupaten Pidie Jaya ada empat model wali nikah, 1). Ayah kandung memepelai perempuan, 2). Abang kandung mempelai perempuan, 3) Abang sepupu mempelai perempuan dan 4), Wali muhakkam atau teungku qadhi. Terakhir mengenai keabsahan wali, secara umum pernikahan siri yang dipraktikkan sah secara agama karena cukup syarat dan rukun, tetapi dalam kaitannya yang menjadi wali nikah wali muhakkam atau teungku qadhi yang dilakukan tahkim bukan kepada pemegang otoritas yang legal, seperti Kepala KUA atau penghulu, maka bisa dipastikan wali tersebut tidak sah, yang berimplikasi tidak sah wali kepada tidak sah nikah sehingga penilis menyarankan kepada seluruh pemangku kepentingan agar mensosialisasikan implikasi yang muncul akibat dari penggunaan wali muhakkam ini.

References

Abd al-Rahman al-Jazῑrῑ, tt. al-Fiqh ‘ala Mazāhib al-Arba’ah, Juz 4 Beirut: Dār al-Fikr, t.t

Abdul Ghani Abdullah, 1994. Pengantar Kompilasi Hukum Islam Dalam Tata Hukum Islam, Cet. I, Jakarta: GemaInsani Press.

Abdul Ghofur Anshori, “Orientasi Nilai Filsafat Hukum Keluarga; Refleksi Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan”, Jurnal Mimbar Hukum 18 1) Februari 2006, FH UGM Yogyakarta.

Abdul Majid Mahmud Mathlub, 2005. Panduan Hukum Keluarga Sakinah terj Al-Wajiz fῑ-Ahkam Al-Usrah A-lIslamiyah, Surakarta: Era Intermedia

Abdul Rahman Ghozali, 2012. Fiqh Munakahat, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Abdul Wahhab Khallaf, 1994. Ilmu Ushul Fiqh, terj. Moh.Zuhri dan Ahmad Qarib, Semarang; Dina Utama.

Achmad Kuzari, 1995. Nikah Sebagai Perikatan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Ahmad Hudri, al-Ahwal al-Shaksiyah,Mesir: al-Maktabah al-Kulliyah al-Arabiyah.

Ahmad Rofiq, 1968. Hukum Islam di Indonesia,Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2000.

Ahmad Warson Munawwir, Al-Munawwir Kamus Arab - Indonesia, Cet. XIIII, Surabaya: Pustaka Progressif.

Al Kahlani, Subul al-Salam, t.t . Jld.3, terj, Bandung: PT. al-Ma’arif.

Al-Nawawi, Minhaj al-Ṭālibῑn, dalam Hamisy Hasyiah Qalyubi wa al-Umairah, Juz. t.t . III, Indonesia; Dār Ihya al-Kutub al-Arabiya.

Al-Syarbini Muhammad bin Muhammad Al-Khatib, 2006. Mughni Al-Muhtāj, Juz. III, Beirut: Dār Al-Kutub Al-‘Ilmiyyah.

At-Turmidzi, 2000. Sunan Al-Turmizi, No. Hadits : Semarang; Ṭaha Putra, Semarang.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Pidie Jaya Dalam Angka; Pidie Jaya Regency in Figures 2016. Pidie Jaya: BPS Kabupaten Pidie Jaya..

Bakri A. Rahman dan Ahmad Sukardja, 1981. Hukum Perkawinan menurut Islam,Undang-Undang dan Hukum Perdata BW), Jakarta: PT. Hidakarya Agung.

Bambang Sunggono, 1996. Metodelogi Penelitian HukumJakarta: Raja Grafindo Pustaka.

Bambang Sunggono, 2003. Metodelogi Penelitian Hukum,Jakarta: Rajawali Pers.

Dadi Nurhadi, 2003. Nikah Bawah Tangan Praktik Nikah Siri. Yogyakarta:Saujana.

Depag RI, Bahan Penyuluhan Hukum, Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam,

Depag RI, Ensiklopedi Islam di Indonesia, Jakarta: Dirjen Binbaga Islam, Proyek Peningkatan Prasarana dan sarana PTA/IAIN, 1992/1993.

Departemen Agama Republik Indonesia, Ensiklopedia Islam, Jakarta: Dirjen Binbaga Islam, 1987 atau 1988.

Departemen Agama RI, Pedoman Pegawai Pencatat Nikah dan Pembantu Pegawai Pencatat Nikah, Jakarta: Proyek Peningkatan Sarana Keagamaan Islam, Zakat dan Wakaf, 1997 atau 1998.

Departemen Agama RI, Pedoman Pegawai Pencatat Nikah dan PembantuPegawaiPencatat Nikah.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1989.

Faisar Ananda Arfa, 2010. Metodelogi Penelitian Hukum Islam Bandung: Cipta Pustaka Media Perintis.

H.B. Sutopo, 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta : UNS Press.

Heru Susetyo, “Revisi Undang-Undang Perkawinan”, Jurnal LexJurnalica 4 2) April 2007 Universitas IndonusaEsa Unggul.

Ibn Rusyd al-Qurthubi, tt. Bidayah al-Mujtahid wa al-Nihayah al-Muqtashid, Beirut: Dār Ihya’ al-Kutub al-Arabiyah.

Ibnu Hajar al-`Asqalānῑ, tt. Bulugh al-Maram, Terj. Ahmad Ismail, Surabaya: Putra Al-Maarif.

Ida Bagoes Mantra, 2008. Filsafat Penelitian dan Metode Penelitian Sosial, ed. II Yogyakarta, Pustaka Pelajar.

Idris Ramulyo, 2002. Hukum Pernikahan Islam, Suatu Analisis dari Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam, Jakarta: Bumi Aksara.

Imam Supra Yogo, 2003. Metodologi Penelitian Sosial-Agama, Bandung: Remaja Rosda Karya.

Imam Taqiyuddin Abi Bakar Muhammad al-Husain, 2005. Kifayah al-Akhyār, Lebanon: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyah.

Ismuha, 1978. Perbandingan Mazhab Dalam Masalah Fiqh, Jakarta: PT. Bulan Bintang.

Joachim Wach, Ilmu Perbandingan Agama, terj: Jam’anuri Jakarta: Rajawali Press.

Kamal Mukhar, 1993. Asas-Asas Hukum Islam Tentang Perkawinan, Jakarta: Bulan Bintang.

LexyJ Moleong, 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Linda Firdawaty, “Perlindungan Hukum Bagi Anak Karena Perkawinan Yang Fasakh Karena Melanggar Larangan Perkawinan”, Jurnal kajian Hukum Al-Adalah Vol. 7 1) Juni 2008, IAIN RadenIntan Lampung.

Luwis Ma’luf, 1986. al-Munjid fῑ al-Lughah wa al-A’laam,cet. 16, Beirut:Dār al-Masyriq.

M. Idris Ramulyo, 1999. Hukum Perkawinan Islam, Jakarta: Bumi Aksara.

M. Nashir, 1988. Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia.

Mashuri Iqbal, M. Bakri LiSufyana, 1994. Mencari Cahaya Dari Ilmu Ulama. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Moh. Idris Ramulyo, 2002. Hukum Pernikahan Islam, Suatu Analisis dari Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam, Jakarta: Bumi Aksara.

Mohlm. Rifa’i, et. al., 1978. Terjemah Khulashah Kifayat al-Akhyār, Semarang: TohaPutra.

Mufidah Ch, 2008. Psikologi Keluarga Islam, Berwawasan Gender, Malang: Uin Press.

Muhammad Abdul Aziz al-Khalidi, 1997. Sunan Abu Daud, Juz III, Beirut: Dār al-Kutub ‘Ilmiah.

Muhammad al-Syarbini al-Khatib, tt. MughniMuhtāj, Juz. III,Beirut; Dār Fikr.

Muhammad Amin Summa, Hukum Keluarga Islam di Dunia Islam, Jakarta: PT Grafindo Persada, 2005.

Muhammad Bagir, 2008. Fiqih Praktis II, Bandung: Karisma.

Muhammad Ibn Isma’il al-Amiru al-Yamani al-Shon’ani, tt. Subulussalam, Juz. III, Beirut, Libanon: Dār al-Kutub al ‘ilmiah.

Muhammad Jawwad Mughniyah, 2000. Fikih Lima Mazhab,J akarta: Terj. Masykur AB., Lentera.

Muhammad Khatib Asy Syarbani, Muhgni Al-Muhtāj, Juz III, Beirut: Dār al-Kutb al- Alamiyah.

Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975 Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan

Permenag No. 30 Tahun 2005 Tentang Wali hakim

Peunoh Daly, Hukum Perkawinan Islam Studi Perbandingan dalam Kalangan Ahlussunnah dan Negara-negara Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1988.

PMA Nomor 2 Tahun 1987 tentang Wali Hakim

Qalyubi, HasyiahQalyubi wa al-Umairah, Juz. III, Indonesia; Dār Ihya al-Kutub al-Arabiya, tt.

Rahmad Hakim, 2000. Hukum Perkawinan Islam, Cet. 1Bandung: Pustaka Setia.

Sajuti Talib, 1996. Receptio A Contrario, Hubungan Hukum dan Tata Hukum Islam, Jakarta: Rajawali Grafindo.

Sari, E., & Muthalib, S. A. (2022). Analisis Yuridis Terhadap Penolakan Nafkah Madhiah Isteri Dan Anak. Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan, 9(2), 306-322.

Sayuti Talib, 1986. Hukum Kekeluargaan Islam,Jakarta: UI PRESS.

Sayyed Abdurrahman Ba’alawi, tt. Bughyat al-mustarsyidῑn, Semarang: Usaha Keluarga.

Sayyid Sabiq, 1990. Fiqih Sunnah ,Terj.Kahar Mashur, Jakarta: Kalam Mulia.

Shadiq Muhammad Jamil al-Attar, 1994. Sunan Al-Turmudzi, JuzII, Beirut: Dār al-Fikr.

Siti Ummu Adillah, Analisis Hukum Terhadap Faktor-Faktor Yang Melatarbelakangi Terjadinya Nikah Sirri Dan Dampaknya Terhadap Perempuan Istri) Dan Anak-Anak, dalam Jurnal Jurnal Dinamika Hukum Vol. 11 Edisi Khusus Februari 2011 Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Slamet Abidin, dan Aminuddin. 1999. Fiqih Munakahat, Jld.I, Bandung: CV Pustaka Setia.

Subekti, 1992. Pokok-pokok Hukum Perdata,Jakarta: PT. Intermasa.

Suharsimi Arikunto, 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta.

Syaifudin Azwar, 2001. Metode Penelitian, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Syihabuddin Abu al-‘Abbas Ahmad bin Ahmad bin Salamah al-Qalyubi, tt. Hasyiah Qalyubi ‘ala Syarh al-Mahalli ‘ala Minhaj al-Ṭālibῑn, Jld. III, Semarang: Ṭaha Putra.

Taufiqul Hulam, “Transformasi Hukum Islam Dalam Sistem Hukum Perkawinan Orang Sakai di Desa Mandiangin Kecamatan Minas Kabupaten Biak”, Jurnal Hukum Respublica Vol. 5 1) Tahun 2005, UniversitasLancang Kuning Pekanbaru.

Tihami dan Sohari Sahrani, 2010. Fikih Munakahat:Kajian Fikih Nikah Lengkap, Jakarta: RajagrafindoPersada.

Tim Redaksi Nuansa Aulia, 2012. Kompilasi Hukum Islam, Bandung:CV. Nuansa Aulia.

Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Pasal 45

Wahbah az-Zuhaili, 2004. Fiqh al-Islami Wa Adillatuh, Jld. VIIII, Suriah: Dār Al-Fikr.

WJS. Poerwadarminta, 1976. Kamus Besar Bahasa Indonesia Jakarta: PN. Balai Pustaka.

Zahry Hamid, 1978. Pokok-Pokok Hukum Pernikahan Islam dan Undang- Undang Pernikahan di Indonesia, Yogyakarta: Bina Cipta.

Zainuddin al-Malibāri, tt. Fath al-Mu’ῑn, Jld. III, Semarang: Hikmah Keluarga.

Zakariya al-Anshary, Asnā al-Mathālib, Maktabah Syamilah, Juz. III.

Zakiyuddin Sya’ban, 1969. al-Ahkam al-Shar’iyah li al-Ahwa al-Shaksiyah Kairo: Dār al-Nahdah al-Arabiyah.

ZuhdiMuhzar, 1994. Memahami Hukum Perkawinan,Cetke1, Bandung: al-Bayān.

Downloads

Published

2022-10-24

How to Cite

Sulaiman, . Y. ., & Sandra, A. . (2022). KEABSAHAN WALI MUHAKKAM DALAM NIKAH SIRI DI KABUPATEN PIDIE JAYA MENURUT PERSPEKTIF FIQH. AR-RA’YU: Jurnal Hukum Keluarga, 2(1), 49–76. Retrieved from http://ejournal.stisnu-aceh.ac.id/index.php/jhk/article/view/22